adventure

England

Pertama kali datang ke England tahun 1999. Saya datang tanpa teman, contact person hanyalah pembimbing akademik yang asli Inggris. Waktu itu dengan excited saya membayangkan, berteman dengan bule-bule, ngomong Inggris terus, ikut pesta-pesta mereka, benar-benar masuk ke budaya mereka. Setahun penuh, pokoknya gaul ala Inggrislah.

Gak taunya, di hari kedua saya di sana, saat sedang duduk sepi sendiri di flat yang sunyi (saya belum punya flatmate waktu itu), saya mendengar obrolan berbahasa Indonesia di bawah jendela. Bahasa Jakarta bahkan! Wow. (read more)

adventure

Mencari di Hull

Dari tahun 2005 saya coba mencari manusia Indonesia lain yang tinggal di Hull UK, tapi sampai sekarang belum juga dapat nama yang bisa dikontak. Melalui PPI UK saya dapat beberapa nama tapi tak satu pun yang masih tinggal di Hull atau emailnya masih aktif.

Atau memang saya satu-satunya manusia Indonesia yang tinggal di Hull sekarang ini kali ya? Oh please, anyone living in Hull at the moment, answer my searching effort…. sigh

Personal

Duren

Durian runtuh anoa yang saya dapat (baca postingan sebelumnya, red.) ternyata punya hadiah tambahan yang gak disangka-sangka. The biggest surprised dalam kehidupan saya sampai saat ini. Bonus ini bahkan jauh lebih berharga daripada hadiah utamanya yang berupa gelar doktor. Kok bisa?

Iya dong, soalnya bonus ini berupa mate for life.

Waktu saya baru mulai proyek anoa tahun 2005 lalu, di tengah hutan Lambusango, saya bertemu dengan suami untuk pertama kali. Kami berkenalan, menjadi teman baik, dan sepulangnya dari Buton, kami pun melewati masa pacaran sangat singkat, yang kapan mulainya pun kami tidak tahu. Sampai akhirnya kami mengucap akad pada 797 yang lalu.

Bener-bener durian runtuh, karena menikah itu juga…enak tapi sakit, sakit tapi enak

he he. Bahkan malam pertamanya pun kadang disebut sebagai upacara belah duren.

Duren emang enak!

adventure, Wildlife

Kartu Peduli Anoa

mt-amoa.jpg

“Jumlah anoa mungkin masih banyak, tapi yang jelas jumlah tersebut terus menurun dari tahun ke tahun”

Demikian bunyi poin pertama dari Kartu Peduli Anoa yang kami sebarkan di Buton, dalam rangka menjaga kelestarian satwa bertanduk runcing tersebut.

Anoa yang nama ilmiahnya Bubalus depressicornis dan Bubalus quarlesi (ada dua jenis anoa yang diakui sampai saat ini), adalah sepupu jauh kerbau yang ukuran badannya jauh lebih kecil ketimbang si kerbau. Tinggi bahunya hanya sekitar satu meter. Karena itu jugalah anoa disebut dwarf buffalo atau kerbau kerdil.

Anoa menjadi sangat istimewa karena hanya terdapat di Pulau Sulawesi dan Buton. Satwa endemik, demikian istilah kerennya. Karena istimewanya itu, anoa dipilih sebagai lambang daerah Sulawesi Tenggara, dan Sultra menyebut dirinya sebagai Bumi Anoa. Pas, karena populasi anoa yang tersisa, memang paling banyak terdapat di Sulawesi Tenggara. (read more)